1.
Tentukan Tujuan
Dalam
menghadapi ujian, terutama SMPTN, hal yang perlu di perhatikan adalah
tujuan, target kamu mau kemana. Kalau kamu tau apa targetmu, strategi
apa yang akan kamu lakukan bisa di rencanakan dan di susun. Target
itu harus jelas, jangan hanya impian dan angan angan, kalau kamu
ingin masuk ke kedokteran kamu harus tau berapa nilai untuk bisa
masuk. Target juga harus terperinci dan diambil dari sumber
terpercaya, misalnya dari buku yang didalamnya terdapat
pengkelompokan jurusan dan berapa nilai yang harus di peroleh agar
bisa masuk situ (kalau dlu istilahnya passing
grade),
termasuk pula berapa peluangnya. Maksudnya
peluang di sini adalah berapa banyak yang akan mengincar kursi yang
sama di jurusan tersebut dengan quota yang di tersedia. Kalau yang
ingin masuk 10000 sedangkan kursi yang tesedia hanya 100, berarti
kamu bisa menilai persaingan di dalamnya. Ingat, kadang orang sering
keliru dengan membagi peminat dengan quota, misalnya dari contoh tadi
10000/100=100, satu
kursi di perebutkan 100 orang.
Saya kira paragidma tesebut kurang tepat karena sebenarnya yang akan
di terima adalah 100 orang dari 1000 yang mendaftar, jadi kamu harus
menjadi 100 orang dengan nilai terbaik supaya bisa masuk. Artinya,
kamu harus lebih baik dari 900 orang lainya. Mungkin
sekaran ini tidak lagi seperti dulu yang lebih mengandalkan SPMB (ga
tau kalau istilah sekarang, mungkin masih SMPTN kali ya?), sekarang
banyak universitas negri yang telah membuka UM di luar ujian SMPTN,
artinya peluangnya mungkin lebih besar karena yang mendaftar tidak
lagi se-Indonesia. Namun semuanya pula harus di perhitungkan dan di
persiapkan.
2.
Paksa Potensimu
Sebenarnya
untuk meraih kursi di perguruan tinggi itu ada dua hal, target
pilihan atau potensimu. Maksudnya kamu bisa memilih target (jurusan)
yang bagus sekalipun, tentunya mungkin harus memaksa dirimu
(potensimu) untuk sampai ke target tersebut. Atau pilihan ke dua,
yaitu kamu menyesuaikan pilihanmu dengan kemampuanmu. Kamu menyadari
berapa kemampuanmu kemudian memilih jurusan yang lebih realistis
(lebih rendah) dari pada harus memaksakan diri. Semua tergantung
dirimu, kamu yang lebih tau.Saran
saya dalam tips
menghadapi ujian ini,
kamu harus ukur kemampuan dirimu seberapa, kemudian tanya pada diri
kamu "apakah yang saya inginkan", "Saya ingin masuk
jurusan apa?." Baru kemudian bandingkan, bisa tidak kamu
meraihnya dengan nilai kamu saat itu. Kalau kamu rasa diri kamu mampu
dan masih punya waktu, silahkan kerjar, toh itu layak untuk kamu
perjuangkan sebagai cita citamu.
3.
Nilai Terukur
Kebanyakan
orang belajar hanya menghapalkan tanpa bisa menilai drinya sendiri,
sebenarnya itu tips yang kurang baik dalam menghadapi ujian. Ketika
kamu akan menghadapi ujian, semua yang kamu lakukan harus terukur dan
jangan hanya mencatat tanpa tau hasilnya. Beli buku tentang ujian
yang di dalamnya terdapat kunci jawaban, kemudian kamu kerjakan dan
lihat berapa nilai dari yang telah kamu kerjakan tadi. Perhitungkan
nilai kamu, dengan begitu kamu akan dapat menilai kemajuan belajarmu
dengan pasti.
Hal
yang perlu di perhatikan pula, belajarlah dengan semua indramu. Kalau
kamu biasa menghapalkan, sekarang kamu latih dengan belajar sambil
menulis dan mengucapkan. Dengan menggunakan semua indra kamu akan
memaksimalkan potensi otak kamu dalam memahami, kalau hanya
menghapal, suatu saat kamu grogi ketika ujian, hilang semua hapalan
mu. Namun ketika kamu coba menulis, kamu akan mengingat kembali apa
yang kamu tulis dan pernah kamu goreskan. Dan itu akan sangat
membantu ketika di dalam ruang ujian, soalnya kita sudah tidak bisa
membuka buku lagi, yang ada hanya hapalan kita, kalau kita mengunakan
semua indra, kita lebih bisa mengingatnya.
4.
Jangan Pernah Belajar di hari H
Ini
penting, jangan pernah belajar di hari H (pas ujian berlangsung).
Ketika hari H, usahakan kamu hanya membuka bukanya saja tanpa harus
mempelajarinya. Belajarlah sebelum hari H, itu tips menghadapi ujian
selanjutnya. Dan ketika H-1 (sebelum ujian) datang sebaiknya kamu
gunakan untuk refresing, bermain ke manapun tanpa harus mengingat
semua yang telah kamu pelajari. Hal tersebut dapat menguragi tekanan
dalam balajar sehingga ketika ujian tiba, kamu akan lebih siap dan
mantap.Ketika
kamu belajar pada hari H, yang ada hanya grogi dan stres karana
semakin banyak kamu membaca kamu akan semakin ingat bahwa banyak hal
yang belum dipelajari dan dihapal, padahal hal tersebut belum
tentu keluar dalam soalkan. Tapi yang terjadi justru itu akan
menambah kamu stres ketika akan menghadapi ujian.Biarkan
saja mengalir tanpa harus khawatir,
makanya usahakan belajar sebelum hari H, jadi belajar rutin lebih
baik daripada belajar SKS, sistem kebut semalam. Dan
pada saat akan ujian, kamu ga perlu buka buku, usahakan bernyanyi dan
bergembira, dengan membuka buku akan membuat kamu grogi. Jadi
tertawalah dengan teman sebelah dan bercanda, dengan demikian kamu
akan lebih tenang.
5.
Selesaikan Semua Masalahmu
Ini
penting, jangan sekali kali ketika akan menghadapi ujian kamu membawa
beban. Entah itu urusan pacar, teman, keluarga ataupun hutang? ups ko
hutang, emangnya ngapain sampe berhutang mau ujian. Selesaikan
semuanya karena ujian sudah cukup membuat mu tertekan jadi tidak
perlu di tambah lagi stres dengan memikirkan masalahmu di luar
pelajaran. Ingat, ujian yang akan kamu hadapi adalah sekali seumur
hidup maka kamu harus persiapkan sebaik baiiknya, kecuali kalau kamu
emang berniat mengulangnya taun depan? mau emang!Emang
apa si masalahmu? benar benar masalah atau cuma hal yang di besar
besarkan aja di pikiranmu? kamu harus bisa membedakannya, dan ga ada
salahnya kamu coba belajar dari ceritaku di bahagia
saat ini yang
sedikit bisa membeikan gambaran untuk menyelesaikan masalahmu.
Penting
juga menyelesaikan masalah dengan temanmu, saya teringat dahulu
ketika akan berangkat ujian ternyata saya di kerjain motornya oleh
teman saya. Akhirnya saya bales dengan mematikan saluran bensin kawan
saya (selang bensin nya). Dan ketika ujian SPMB akan di mulai,
ternyata saya grogi sendiri, khawatir karena teman saya belum juga
datang, saya merasa bersalah kalau ia tidak bisa ikut ujian gara gara
saya kerjain. Akhirnya setelah sekian lama teman saya datang juga dan
bisa ikut ujian, tapi saya tetap gelisah karena ga enak sama dia yang
motornya saya kerjain. Dan setelah hasil ujian saya keluar, teryata
benar dugaan saya, tidak memuasakan. Coba kalau dulu saya bisa
menyelesaikan masalah itu dulu, mungkin sekarang saya sudah jadi
dokter. Heheheh, curhat dikit.
6.
Latihan mental
Latihan
mental juga penting, seperti menghadapi stres, menghadapi soal yang
ketika tidak tau jawabanya, menghadapi waktu dan lain sebagainya.
Saran saya, hal tesebut perlu di latih. Misalnya, latihan mental
dalam menghadapi waktu, kamu siapkan kertas sama seperti dalam ujian,
bisa dari fotokopi kemudian kamu isi dan kamu kerjakan seperti dalam
ujian, yaitu waktu pengerjaannya harus sama, dan kamu harus bisa
melakukannya semuanya dalam dua jam misalnya.Lalu
latihan mental selanjutnya adalah latihan mental di dalam ruangan.
Kebanyakan orang hanya belajar di rumah, di tempat biasanya. Padahal
kan ujian akan di laksanakan di tempat lain yang mungkin kamu belum
familiar, makanya kamu harus pernah merasakan suasananya. Kalau dulu
aku di ajarkan untuk test di daerah di mana aku tinggal, karena
dengan demikian kita merasa nyaman dan tau suasananya. Bayangkan
kalau kamu mengikuti ujian penting, dan itu di luar kota, di luar
daerahmu, kamu juga akan grogi apalagi ga punya teman di sana,
sendirian doang, ehm bisa bikin stres juga. Jadi paling tidak kamu
juga pernah merasakan ujian serupa yang seperti itu, entah itu di
tryout dengan bayak dan ribuan orang, atau kamu ikut ujian lainya,
jadi pas menghadapi ujian sesungguhnya kamu ga grogi lagi.Lalu
untuk melatih intuisi dalam menghadapi soal yang kamu tidak tau
jawabanya, kamu harus latih juga. Cobalah menebak, dan lihat
jawabanya, hitung prosentase tebakan kamu dan kamu kira kira jawaban
yang benar tadi itu seperti apa, dengan seiring waktu kamu akan
trampil dalam menebak sekedar untuk menambah point.
7.
berdoa.
Berdoa
di langkah terakhir, karena kita tidak tau apa yang akan terjadi
nanti di akhir. Jadi, dengan kita berdoa semoga tuhan memberikan
kemudahan, bisa saja soal yang di bagikan ternyata pas dengan yang
kita pelajari. Atau mungkin kita belajarnya sedikit, namun yang
sedikit itupula lah yang keluar di dalam soal. Semua bisa saja
terjadi, dan itulah namanya berkah. Makanya kita jangan pernah
meningalkan sisi spiritualitas ketika menghadapi ujian.
Setelah
semua kita persiapkan, yang terakhir adalah berserah diri dengan
membiarkan semuanya terjadi. Sebab tidak aja gunanya juga kita
menghkawatirkan apa yang telah terjadi (seperti cerita saya
dalam mengambil
keputusan),
biarkan saja dan kita lihat hasilnya. Semoga apa yang saya sampaikan
dapat membantu, silahkan di pelajari dan di praktekan tips
menghadapi ujian.
